VIVAnews - Malaysia dan anggota-anggota ASEAN lain ingin membantu Indonesia yang tengah didera dua bencana alam besar, di Mentawai dan Yogyakarta sejak awal pekan ini. Dua bencana ini membuat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono absen pada hari pertama KTT ASEAN di Hanoi pada 28 Oktober 2010, sebelum akhirnya bergabung kembali pada hari terakhir KTT, sehari kemudian.
Perdana Menteri Malaysia, Najib Tun Razak, mengatakan bahwa dia dan pimpinan ASEAN lain belum membahas secara khusus situasi di Indonesia. Namun, mereka pada dasarnya siap membantu.
"Sikap Malaysia sama, walau kami belum memutuskan bantuan seperti yang akan disampaikan," kata Najib, Jumat, 29 Oktober 2010, di sela-sela pertemuan ASEAN+1 dan ASEAN+3 di Hanoi, Jumat lalu, seperti dikutip laman harian The Star.
Najib akan menyempatkan diri berbincang dengan Yudhoyono menyangkut hal ini. Sejumlah negara, seperti Australia, Amerika Serikat, dan Uni Eropa juga dikabarkan telah menyalurkan bantuan darurat ke Indonesia.
Presiden Yudhoyono sebenarnya telah berada di Vietnam, Selasa lalu. Selain menghadiri KTT ASEAN, ia juga menggelar pertemuan bilateral dengan Vietnam. Namun, tak lama kemudian Presiden kembali lagi ke Tanah Air untuk meninjau situasi di Kepulauan Mentawai yang dihantam tsunami dan menewaskan lebih dari 400 jiwa. Selain itu, Gunung Merapi juga meletus di Yogyakarta, yang hingga kini menewaskan puluhan orang.
http://id.news.yahoo.com/viva/20101030/twl-malaysia-siap-bantu-indonesia-tangan-cfafc46.html
Ada yang lebih seru nih kawan?
Liputan6.com, Mekah: Melewati Bostwana, Zimbabwe, Mozambique, Malawi, Tanzania, Kenya, Turki, Suriah, dan Yordania, Nathim Caircross (28 tahun) dan Imtiyaz Ahmad Haron (25 tahun) mengayuh sepeda ke Arab Saudi. Setiap hari mereka harus mengayuh sejauh 80-100 km, bermula dari Cape Town, Afrika Selatan. "Mengayuh sepeda ke Kerajaan dari Cape Town adalah pengalaman yang melelahkan. Kami melakukan perjalanan dengan cara ini sehingga kita siap untuk menjalani kerasnya ibadah haji," kata Cairncross, yang berprofesi sebagai perencana kota, sepeti dikutip arabnews.com.
Di Cape Town mereka kuliah hukum Islam di sebuah universitas. Cairncross hobi berselancar angin, Haron hobi kickboxing dan mendaki gunung. Cairncross kemudian kursus perencanaan kota yang kemudian mengantarnhya kepada dunia kerja. Mereka mengaku bahagia begitu tiba di perbatasan Arab.
Mereka memulai perjalanan pada 7 Februari 2010. Ini adalah perjalanan haji pertama mereka. "Kami bisa naik pesawat, tapi kami menghargai perjalanan yang berbeda. Jadi kami memilih menggunakan sepeda kami. Bersepeda adalah kegiatan yang paling kami sukai," kata Cairncross.
Senja tiba, mereka akan mencari masjid atau memasang untuk beristirahat. Selepas Subuh, mereka melanjutkan perjalanan lagi. Selama perjalanan, Selama perjalanan,eka menemukan orang-orang yang ramah dan menyambut baik mereka. Orang-orang salut atas perjalanan haji mereka. Tawaran makan pun berdatangan selama di perjalanan
Mereka membawa bekal yang minim. Tawaran bantuan uang pun berdatangan kepada mereka. Di perbatasan Arab, petugas keamanan juga menyambut ramah dua jamaah yang harus pula turun naik pegunungan dengan mengayuh sepeda. Melewati sembilan negara selama sembilan bulan, mereka sering mengganti ban dan memperbaiki rantai sepeda. Masalah bahasa sedikit menjadi kendala dalam perjalanan mereka. Tapi, mereka bisa mengatasinya. Selesai berhaji, mereka akan pulang melalui Afrika Barat.(AN/ARI)
Source : http://id.news.yahoo.com/lptn/20101029/tpl-dua-mahasiswa-afsel-berhaji-dengan-s-9c562ac.html

























